Kasus DBD di Sikka NTT Meningkat, 26 Orang Meninggal dalam Dua Pekan


 Liputan6.com, Kupang- Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai meningkat. Selama dua pekan lebih di awal 2026, tercatat sudah 26 kasus dan satu di antaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk ades aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, pasien tersebut meninggal dunia karena terlambat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh keluarga.

Pasien tersebut awalnya dilarikan ke rumah sakit Kewapante, namun akhirnya dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Setelah menjalani perawatan medis, pasien dinyatakan meninggal dunia.

"Dari 26 kasus DBD, 10 masih menjalani perawatan di rumah sakit, 1 meninggal dunia dan sisanya sudah dinyatakan sembuh," ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Saat ini, 25 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sikka dinyatakan siaga pelayanan kesehatan untuk mencegah kematian akibat DBD.

Basmi Nyamuk dan Jaga Kebersihan Lingkungan

Pascakematian pasien akibat DBD, pemerintah kabupaten Sikka langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor.

Dalam rapat itu, pemerintah merekomendasikan dua kebijakan yakni, gerakan membasmi nyamuk dan gerakan kebersihan lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong seluruh Puskesmas untuk melakukan fogging mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga desa untuk membasmi sarang nyamuk.

Dia berharap kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan lebih ditingkatkan agar tidak lagi terjadi kematian pasien akibat DBD.

"Sesuai data, pada tahun 2024 ada 816 kasus DBD dan menurun di tahun 2025 sebanyak 353 kasus. Kita terus lakukan edukasi agar tahun 2026 ini, kasus DBD tidak lagi meningkat," tutupnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA(KEAMANAN DATA DAN INFORMASI TERMASUK MACAM MACAM PERKAKAS PERTASAN)

dampak sosial informatika (keamanan data dan informasi termasuk macam perkakas peretasan)S